Wantedly Journal | 仕事でココロオドルってなんだろう?

Company

GRID: Membawa teknologi Artificial Intelligence ke Indonesia

Mengenal Teknologi Artificial Intelligence Melalui GRID

Grid, Inc

2016/09/01

Dunia startup teknologi di Asia Tenggara, khususnya Indonesia kini tengah berkembang pesat. Tak heran jika banyak perusahaan teknologi asing mulai memasuki pasar Indonesia, salah satunya adalah Jepang.

Selain job portal Wantedly, ada juga GRID, perusahaan produk artificial intelligence asal Jepang yang baru-baru ini memasuki pasar Indonesia. Sebagai negara pertama yang dipilih GRID untuk mengembangkan perusahaannya, apakah GRID mampu bersaing di tanah air?

Kali ini, tim Wantedly melihat langsung bagaimana suasana kerja tim GRID Indonesia yang berlokasi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

_____________________________________________________________________

Pada tahun 2009, GRID didirikan di Jepang. Setelah melihat potensi pasar Indonesia yang sangat besar, GRID kemudian mendirikan kantor representatif di Jakarta pada tahun 2015. GRID sendiri memiliki misi untuk membawa teknologi yang mereka miliki ke Indonesia, yakni membangun sebuah teknologi artificial intelligence, 

Dimas Hutomo, Tim Business Development GRID di Indonesia

Menurut Dimas, yang merupakan Tim Business Development dari GRID Indonesia, pada umumnya startup memerlukan tiga hal utama. Pertama adalah memiliki ciri khas, lalu mengetahui bagaimana me-marketing-kannya, dan terakhir adalah memiliki foundation yang kuat.

Membangun Perusahaan dengan Ciri Khas

Berbicara mengenai ciri khas, GRID memiliki produk teknologi berbasis artificial intelligence yang masih cukup jarang digunakan di Indonesia. Hal inilah yang membuat GRID cukup percaya diri untuk bersaing di pasar Indonesia. Beberapa anggota tim GRID Indonesia bahkan sempat datang langsung ke GRID Jepang guna mempelajari lebih dalam mengenai produk mereka.

Visi dan misi GRID Indonesia sendiri berjalan selaras dengan visi dan misi GRID Jepang, yaitu untuk membawa dan mengenalkan teknologi ini, lalu membuat pengguna lebih mengetahui Informasi Teknologi hingga pada akhirnya dapat mempermudah kehidupan mereka.

Berbicara mengenai ciri khas, GRID memiliki produk teknologi berbasis artificial intelligence yang masih cukup jarang digunakan di Indonesia. Hal inilah yang membuat GRID cukup percaya diri untuk bersaing di pasar Indonesia. Beberapa anggota tim GRID Indonesia bahkan sempat datang langsung ke GRID Jepang guna mempelajari lebih dalam mengenai produk mereka.

Visi dan misi GRID Indonesia sendiri berjalan selaras dengan visi dan misi GRID Jepang, yaitu untuk membawa dan mengenalkan teknologi ini, lalu membuat pengguna lebih mengetahui Informasi Teknologi hingga pada akhirnya dapat mempermudah kehidupan mereka.

Suasana Co-working Space tempat Tim GRID Indonesia bekerja

Membawa Teknologi Artificial Intelligence

Lalu apa sebenarnya teknologi artificial intelligence yang coba dibawa oleh GRID? Teknologi ini adalah mesin yang mampu belajar sendiri melalui data, sensor, dan framework. Ketiga hal ini kemudian digabungkan menjadi sebuah mesin yang bisa berpikir. Secara sederhana bisa disebut sebagai robot. Masih ingat robot Asimo asal Jepang yang mampu berbicara layaknya manusia? Teknologi yang digunakan oleh robot ini serupa dengan yang akan dibawa GRID ke Indonesia.

Lalu apa sebenarnya teknologi artificial intelligence yang coba dibawa oleh GRID? Teknologi ini adalah mesin yang mampu belajar sendiri melalui data, sensor, dan framework. Ketiga hal ini kemudian digabungkan menjadi sebuah mesin yang bisa berpikir. Secara sederhana bisa disebut sebagai robot. Masih ingat robot Asimo asal Jepang yang mampu berbicara layaknya manusia? Teknologi yang digunakan oleh robot ini serupa dengan yang akan dibawa GRID ke Indonesia.

Artificial intelligence sebenarnya bukanlah hal yang benar-benar baru. Dilansir dari Tech in Asia, konsep artificial intelligence sebenarnya sudah jauh dipikirkan, bahkan sejak zaman Yunani Kuno. Talos dari Crete, robot perunggu dari Hephaestus, dan Galatea dari Pygmalion menjadi beberapa contoh ide “mesin yang hidup” yang dicetuskan di era tersebut. Walau begitu, konsep artificial intelligence ini baru sekitar setengah abad lalu berubah dari hanya sebuah mitos menjadi sebuah realita.

Pada tahun 1950, Alan Turing, seorang ahli matematika sekaligus pemecah kode di Perang Dunia ke-2 dari Inggris menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh terhadap pencetusan ide tentang teknologi “kecerdasan buatan” ini.

Contoh robot dengan kecerdasan buatan yang dipamerkan pada salah satu acara GRID

_____________________________________________________________________

Mengenal Informasi Teknologi dan Menggunakannya untuk Mempermudah Kehidupan

Tentunya memperkenalkan sistem artificial intelligence ini ke Indonesia bukanlah hal yang sederhana. Meskipun sudah banyak bentuk pengaplikasian artificial intelligence dalam kehidupan sehari-hari, seperti ramalan cuaca dan penyaring e-mail spam, namun pemahaman masyarakat awam mengenai hal ini masih sangat minim.

Jadi, apakah kamu sudah lebih memahami industri artificial intelligence? Jika kamu tertarik untuk mengenal lebih dalam teknologi ini dan memperkenalkannya ke masyarakat lebih luas, kamu bisa menjadikan GRID sebagai salah satu pilihan tempat bekerja. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai artificial intelligence GRID kamu juga bisa mengunjungi news portal yang dimiliki GRID yaitu beyonder.asia. Beragam update mengenai teknologi artificial intelligence bisa dengan mudah kamu temukan di portal berita satu ini!

NEXT