Wantedly Journal | 仕事でココロオドルってなんだろう?

Company

Handhika Jahja (GARENA Indonesia): Membangun Budaya Kerja

Melihat Budaya Kerja di Kantor Garena Indonesia

2016/10/05

Tidak seperti di dekade sebelumnya, kini banyak perusahaan mulai menyadari pentingnya budaya kerja, seperti halnya Garena. Semenjak pertama kali didirikan dan hanya melibatkan beberapa orang saja, hingga kini menjadi perusahaan multinasional dengan ribuan pegawai di berbagai negara, Garena tetap tidak melupakan akar budaya kerja yang telah mereka jalani hingga bisa berada di posisi saat ini.

____________________________________________________________________

Untuk mengetahui lebih dalam bagaimana Garena memandang budaya kerja dan juga seperti apa budaya kerja di Garena, tim Wantedly berbincang langsung dengan Handhika Wiguna Jahja, selaku Head of Operations untuk Garena Indonesia. Handhika berbagi mengenai nilai-nilai yang selama ini menjadi panutan para Garenian. Lalu, apa saja nilai-nilai tersebut?

Handhika Wiguna Jahja, Head of Operations Garena Indonesia

We Serve

“Kita selalu menempatkan customer di nomor satu. Dengan memberikan yang terbaik, memberikan apa yang mereka layak dapatkan, menjadi kunci untuk terus berkembang di Industri ini”, ungkap Handhika.

Sebagai perusahaan dengan citra yang sangat kuat akan game, Garena banyak memiliki customer gamer. Oleh karena itu, kebutuhan serta pendapat dari para Gamer ini menjadi penting bagi Garena guna memberikan produk terbaik untuk customer.

We Run

“Dalam mengerjakan sesuatu, kita selalu menekankan sense of urgency. Setiap hal kita kerjakan secepat mungkin”, jelas Handhika.

Meskipun menganggap perencanaan juga merupakan hal yang penting, Handhika tetap mengarahkan setiap anggota tim untuk berusaha bekerja seefisien mungkin dan dalam waktu yang singkat.

We Adapt

“Garena berkembang di banyak Industri. Kita mengeksplor banyak bidang sehingga kita perlu beradaptasi di industri-industri berbeda. HaI ini perlu tercermin dalam keseharian para anggota tim Garena karena di dalam industri ini, setiap saat hal bisa berubah”, cerita Handhika.

Handhika juga menambahkan bahwa sebagai pemain yang ingin berada di posisi terdepan, maka sudah seharusnya Garenean mampu beradaptasi pada situasi apapun.

We Commit

“Para Garenean harus bisa berkomitmen terhadap pekerjaan yang mereka lakukan dan juga kepada para rekan kerja,” jelas Handhika.

Bagaimana komitmen ini kemudian diterjemahkan dalam keseharian? Para Garenean bekerja dengan sepenuh hati. Berpikir bahwa inilah hal yang ingin kamu lakukan dan yang ingin kamu capai. Bekerja untuk pencapaian diri sendiri dan selalu menjaga komitmen kerja dengan para anggota tim lain karena kesuksesan mereka kelak adalah kesuksesan bersama.

“Kamu perlu memberikan 100% dalam bekerja”, lanjut Handhika.

Stay Humble

“Setelah berkembang, maju, dan mencoba memimpin berbagai pasar, muncul kecenderungan meremehkan perusahaan lain. Hal inilah yang ingin kita hindari”, ungkap Handhika.

Nilai terakhir ini merupakan salah satu nilai terpenting yang akan terus dijaga Garena. Tidak penting seberapa tinggi pencapaian kamu, akan selalu ada hal yang kamu tidak tahu, sesuatu yang bisa kamu pelajari lagi. Handhika beranggapan bahwa dengan rendah hati kita tidak terfokus pada apa yang sudah kita capai, tetapi pada bagaimana kita berkembang, fokus pada pembelajaran.

“Karena kita ingin menjadi industri yang selalu berkembang”, tambahnya.

Suasana Kantor Garena Indonesia

Manusia Membentuk Budaya Kerja, Budaya Kerja Membentuk Manusia

Budaya kerja yang ada di sebuah perusahaan tidak dibentuk oleh para pendiri perusahaan itu sendiri. Seperti Garena, budaya kerja ini terbentuk seiring berkembangnya perusahaan dan dari semangat kerja tim Garena. Dari situ, munculah nilai-nilai yang menjadi ciri khas atau panutan para anggota tim Garena.

Pada akhirnya nilai-nilai yang terdefinisikan ini membantu Garena membentuk tim dengan anggota-anggota baru yang memiliki nilai-nilai yang sama. Kemudian nilai-nilai ini akan membantu para anggota baru ini beradaptasi dengan pola kerja di Garena.

“Kelima nilai ini selalu ditanamkan sejak awal perekrutan sehingga pada akhirnya mempermudah para calon anggota mengenal bagaimana Garena bergerak,” jelas Handhika.

____________________________________________________________________

Culture is Important when People is Important

Budaya kerja yang ada di Garena sendiri tidak dibentuk sejak awal, melainkan tumbuh bersama perusahaan. Ketika perusahaan telah berjalan dan berkembang, maka budaya itu akan muncul seiring bagaimana anggota tim selama ini bekerja dan mencapai target-target yang telah ditentukan.

“Aset terbesar sebuah perusahaan adalah orang yang menjalankan perusahaan tersebut. Budaya kerja sangat erat kaitannya dengan orang. So, “Culture is important when people is important”, jelas Handhika

NEXT