Wantedly Journal | 仕事でココロオドルってなんだろう?

Recruiters

3 Alasan Menjadi Karyawan Lebih Baik daripada Wiraswasta

2017/04/10

Ada suatu fenomena yang cukup menarik di generasi milenial atau mereka yang berusia antara 20—30 tahun.

Kerap disebut-sebut juga sebagai generasi instan, para milenial kini memasuki masa di mana waktunya mereka mulai memilih antara bekerja atau berwiraswatsa. Pada umumnya, terdapat kecenderungan bagi generasi milineal untuk memilih menjadi bos bagi diri alias berwiraswasta dibandingkan menjadi seorang profesional di kantoran atau yang kerap disebut sebagai pegawai.


Keberhasilan Steve Jobs dengan Apple-nya maupun Mark Zuckerberg dengan Facebook menjadi iming-iming tersendiri bagi para pemilih menjadi wiraswasta untuk terus bergelut membangun usaha rintisan yang disebut start-up.

Bagi mereka, sebaik-sebaiknya suatu keadaan adalah tidak perlu diperintah orang lain dan dapat menentukan nasib sendiri dengan usahanya. Terbukti, saat ini di Indonesia sudah ada lebih dari 2.000 start-up di berbagai bidang, khususnya di bidang digital.

Sebelum mengikuti jejak para penggelut dunia usaha rintisan ini, Anda sebaiknya menyadari pro dan kontra atas keputusan bekerja atau berwiraswasta. Terkadang ada suatu keadaan di mana lebih baik menjadi seorang karyawa biasa yang memiliki jiwa profesionalitas tinggi dibandingkan menjadi wiraswasta yang tidak memiliki perencanaan matang.

Tidak sedikit pula dari generasi milenial yang realistis lebih memilih jalan untuk bekerja dan tidak berwiraswasta karena tiga alasan yang mendasarinya berikut :

1. Penghasilan yang Lebih Pasti

Ketika memutuskan menjadi bos bagi diri sendiri, Anda mungkin bisa memperoleh pendapatan finansial yang luar biasa. Namun, bisa juga sebaliknya. Alih-alih memperoleh penghasilan yang cukup, Anda harus ikhlas bahwa modal kian lama kian tergerus karena rugi yang terus-menerus. Intinya, penghasilan Anda menjadi tidak pasti.


Berbeda jika Anda memilih menjadi seorang profesional. Penghasilan yang lebih pasti bisa Anda peroleh dengan periode yang pasti pula, misalnya sebulan sekali. Beberapa pengagung usahawan memang menganggap gaji sebagai seorang karyawan sulit berkembang secara drastis. Akan tetapi, ingatlah ini jauh lebih baik daripada rugi yang terus menerus. Lagipula, jika memang gaji Anda tidak memadai di suatu perusahaan, Anda bisa memilih perusahaan lain yang berani membayar lebih terhadap keahlian Anda.

2. Belajar dari Yang Lebih Berpengalaman

Ketika terburu-buru menjadi seorang wiraswasta agar tidak perlu diperintah orang lain, Anda mengabaikan suatu fakta bahwa terkadang pengalaman lebih dibutuhkan dibandingkan keahlian setinggi apapun. Dengan pengalaman yang cukup, Anda bisa memiliki beberapa pilihan sebagai solusi untuk menghadapi sebuah masalah. Sebaliknya, karena kurang pengalaman, menurut Forbes, banyak start-up yang hanya bertahan selama 18 bulan.

Menjadi seorang profesional akan membuat Anda lebih dekat dengan pengalaman tersebut. Tidak hanya pengalaman diri sendiri, Anda pun bisa belajar banyak dari orang-orang di kantor Anda yang jauh lebih berpengalaman. Dari mereka juga, keahlian Anda bisa berkembang pesat.

3. Jam Kerja yang Lebih Jelas

Ada suatu alasan unik ketika seseorang memutuskan menjadi bos bagi dirinya sendiri, yakni karena ingin memiliki waktu bebas yang lebih guna beristirahat maupun berinteraksi dengan keluarga dan orang-orang kesayangan.

Sayangnya, mimpi tersebut kerap tidak bisa ditemui wiraswasta. Faktanya di lapangan, waktu kerja para pengusaha kerap sangat fleksibel, bahkan harus sedia 24 jam dalam sehari. Apalagi khususnya bagi mereka yang tengah membangun usahanya.

Sebaliknya, ketika menjadi seorang profesional biasa atau karyawan kantoran, jam kerja Anda akan menjadi lebih jelas. Saat ini di Indonesia, ada peraturan bahwa jam kerja pekerja berkisar 40 jam per minggu. Kalaupun lebih, itu berarti Anda akan mendapat uang lembur. Sisa waktu yang Anda punya pun akhirnya bisa dipergunakan untuk mengembangkan hobi ataupun membentuk quality time bersama keluarga dan teman-teman.

Setiap pilihan memiliki risikonya masing-masing. Karena hal inilah, Anda tetap harus hati- hati dan mencari segala informasi untuk mendukung keputusan bekerja atau berwiraswasta tersebut.

Ingin lihat list lowongan pekerjaan yang menarik dan tidak kalah keren dari start up atau usaha wiraswasta? Cek hanya di https://www.wantedly.com/about/list dan https://www.wantedly.com/about/overview

NEXT